ANGKASA PURA KARGO AJAK STAKEHOLDER LOGISTIK KEMBANGKAN CARGO VILLAGE

14 Des `18 09:33 WIB
Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta | Foto: Ist

Jakarta – PT Angkasa Pura Kargo akan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DHL Express Indonesia untuk mengembangkan Cargo Village di Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Utama AP Kargo Denny Fikri mengaku belum ada pembahasan kerja sama yang lebih lanjut dengan perusahaan jasa logistik internasional tersebut. Kendati demikian, pembicaraan telah dilakukan.
“Sudah [berbicara]. Tahap awal rencana-rencana saja, belum ada MoU [nota kesepahaman],” kata Denny, Minggu (9/12/2018).

Dia menambahkan tawaran kerja sama pengembangan Cargo Village berlaku untuk semua stakeholder, yakni jasa layanan darat (ground handling), forwarder, jasa kurir ekspres, hingga e-commerce. Pihak-pihak tersebut bisa berpartisipasi sebagai pemilik tenant, partner, atau hanya pengguna.

Denny menuturkan perkembangan proyek tersebut saat ini masih berupa penyelesaian desain. Ditargetkan desain tersebut selesai akhir tahun ini, sehingga mulai awal 2019 sudah masuk pada tahap pembangunan fisik. Dia menyebut aksesibilitas menjadi tantangan utama dalam proyek yang sebenarnya sudah digaungkan lama. Fasilitas tersebut tidak bisa hanya tergantung dari akses yang ada saat ini. Denny menambahkan kini pihaknya sedang mempersiapkan akses jalan bebas hambatan langsung dari Tol Kunciran. Hal itu merupakan salah satu upaya untuk menekan biaya logistik.

Adapun Jasa Marga sedang membangun jalan tol rute itu melalui anak usahanya PT Jasa Marga Kunciran-Cengkareng. Angkutan kargo dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta nantinya akan langsung masuk ke tol, sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan lain.

Cargo village diklaim mampu menampung hingga 1,5 juta ton kargo per tahun, atau lebih besar dua kali lipat dibandingkan dengan terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini hanya sanggup menampung 700 ribu ton. Pembangunan cargo village ditargetkan mulai 2019 dan akan beroperasi penuh pada 2021.
Cargo village memiliki luas hingga 90 hektare yang sebelumnya telah dibangun apron oleh AP II seluas 1,8 hektare. Apron ini akan terhubung langsung ke lini satu gudang cargo village.

Summer: Bisnis.com