CARGO VILLAGE SOKARNO HATTA JADI HUB KARGO TERBESAR DI INDONESIA

25 Feb `19 10:12 WIB
Bandar Udara Soekarno Hatta | Foto: Ist

Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) mencanangkan bandara Soekarno-Hatta menjadi cargo village atau kawasan kargo dengan fokus melayani kiriman e-commerce atau perdagangan elektronik.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menuturkan pihaknya akan mempersiapkan Bandara Soekarno-Hatta menjadi hub kargo terbesar di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas cargo village dari yang sebelumnya mampu mengelola 600.000 ton kiriman per tahun menjadi 1,5 juta ton kiriman per tahun.

“Ini akan menjadi pengelolaan kargo terbesar di indonesia, tahun lalu apron (lahan parkir) untuk pesawat kargo seluas 15 Ha kita selesaikan, tahun ini warehouse lini 1, tahun depan lini 2. Khusus Angkasa Pura Kargo lini 2 miliknya sudah dimulai (pembangunannya) tahun ini,” terangnya akhir pekan lalu.

Dia menuturkan untuk membangun bisnis kargo udara yang baik, diperlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah supaya memprioritaskan pengiriman melalui udara. Produk-produk hasil daerah seperti produk UMKM dan barang yang perishable (hasil perikanan, makanan) dapat menjadi muatan balik, sehingga kiriman dari bandara pasangannya Soekarno-Hatta tidak kosong.

Dia menjelaskan kiriman asal Bandara Cengkareng ini akan difokuskan pada e-commerce cargo karena pertumbuhannya yang dinilai begitu pesat. Salah satu pertimbangannya karena pasar e-commerce yang bersaing dari sisi kecepatan pengiriman dan sejauh ini pengiriman jarak jauh yang paling cepat masih melalui transportasi udara.

“Jadi saya rasa kita fokuskan ke e-commerce cargo sekarang e-commerce cargo sedang menumbuhkan transaksi. Transaksinya bisa online tapi value chain tetap offline karena mengantarnya sudah pasti tidak bisa online,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan pertumbuhan kargo udara mencapai 1 juta ton pada 2019 ini, mengingat realisasinya sepanjang 2018 mencapai 932.107 ton. Dalam rangka mencapai target tersebut, AP II siap memberikan slot atau ruang penerbangan bagi maskapai freighter yang menjanjikan volume kargo tinggi.

Sumber : Bisnis Indonesia