OPTIMISTIS BISNIS LOGISTIK DI BANDARA KERTAJATI BERGELIAT

01 Jul `19 13:28 WIB

Jakarta – Area pelayanan kargo di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati sudah siap dioperasikan untuk melayani seluruh penerbangan. Termasuk bisnis kargo maskapai. PT Angkasa Pura Kargo (APK), anak usaha dari PT Angkasa Pura II, mengelola gudang kargo domestik seluas 2.240 meter persergi di Kertajati.

“Gudang kargo yang dikelola APK ini dilengkapi fasilitas standar untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan. Seperti x-ray dan sebagainya. Kami pastikan juga bahwa gudang kargo ini siap untuk menunjang bisnis logistik maskapai,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Kargo Denny Fikri kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Pihaknya juga memperkirakan jumlah kargo yang akan dikelola di Kertajati pada tahun pertama 2019 ini mencapai 85.000 kg per bulan. Itu dengan asumsi 20 penerbangan setiap minggunya. “Bisnis logistik di Kertajati ke depannya akan semakin bergeliat sejalan dengan semakin banyaknya penerbangan,” beber Denny.

Direktur Utama Angkasa Pura Kargo, Denny Fikri | Foto: Ist

Dirinya optimistis Bandara Kertajati akan mampu meningkatkan konektivitas penerbangan di Jawa Barat. Termasuk menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. “Sejalan dengan itu, angkutan kargo pun akan semakin bergeliat dan Angkasa Pura Kargo akan mampu meraih pasar itu,” jelas Denny.

Bandara Kertajati akan mulai melayani penerbangan domestik dengan pesawat jet pada 30 Juni 2019. Pada tanggal itu, penerbangan AirAsia Indonesia akan take off (rute Kertajati-Denpasar) dan Garuda Indonesia landing (rute Denpasar-Kertajati).

Adapun seluruh penerbangan domestik dengan pesawat jet akan pindah dari Husein Sastranegara ke Kertajati paling lambat 1 Juli 2019. Bandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun, dan nantinya dilakukan pengembangan hingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun.

Summer: Indopos