DUKUNG TIKET PESAWAT MURAH, INI LANGKAH ANGKASA PURA II

04 Jul `19 09:31 WIB

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) II berkomitmen memberikan insentif jasa kebandarudaraan untuk meringankan biaya operasional maskapai. AP II merupakan bagian dari stakeholders utama industri aviasi yang memberi dukungan insentif bersama dengan AP I, Pertamina, AirNav Indonesia, beserta para maskapai low cost carrier (LCC).

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, insentif diberikan hingga Desember 2019 dan dimungkinkan untuk dievaluasi kembali agar tiket maskapai penerbangan berbiaya hemat dapat ditekan hingga 50% dari tarif batas atas (TBA) pada Senin, Kamis, dan Sabtu pada pukul 10.00-14.00 WIB.

“Insentif yang diberikan tersebut berdampak langsung terhadap penurunan biaya operasional maskapai. Konsep insentif kali ini merupakan operation incentive yang memang akan langsung menurunkan biaya operasional maskapai sehingga kami berharap tarif tiket penerbangan LCC juga akan lebih terjangkau,” ujar Muhammad Awaluddin melalui keterangan resmi, Selasa (2/7/2019).

Muhammad Awaluddin | Foto: Wartaekonomi

Adapun diberikannya insentif pada jam tertentu yakni pada pukul 10.00-14.00 WIB bertujuan agar jadwal penerbangan dapat terbagi rata di seluruh jam operasional bandara sehingga pengunaan slot penerbangan di masing-masing bandara menjadi lebih efektif dan efisien.

“Pemberian insentif di jam tertentu itu agar penerbangan tidak menumpuk hanya pada golden time di pagi dan sore hari, dengan demikian operasional maskapai dan bandara dapat lebih optimal meningkatkan utilisasi alat produksinya dalam melayani masyarakat,” jelas Awaluddin.

Operation incentive ini, lanjut dia, merupakan insentif kedua yang merupakan insentif jasa pelayanan pesawat di bandara yang diberikan AP II kepada maskapai setelah sebelumnya perseroan telah menawarkan marketing incentive kepada maskapai yang masih diberikan AP II sampai dengan saat ini.

AP II berharap maskapai dapat memanfaatkan atau mengkombinasikan antara marketing incentive dan operation incentive agar biaya operasional dapat ditekan sehingga harga tiket penerbangan semakin terjangkau.

Sumber: Beritasatu.com