AKTIVITAS KARGO DI BANDARA SOETTA SELAMA PANDEMI CORONA

20 Apr `20 11:09 WIB

Jakarta – PT Angkasa Pura Kargo mencatat penurunan aktivitas kargo dari penerbangan internasional dan domestik selama kuartal I/2020 di bandara Soekarno – Hatta sebesar 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Direktur Komersial dan Operasional PT Angkasa Pura Kargo (APK) Riyanto Cahyono mengatakan aktivitas kargo penerbangan ke Cengkareng khususnya internasional mengalami dampak penurunan secara langsung akibat pandemi virus Corona.

Adapun, untuk penerbangan domestik kargo, para pelaku mulai beralih ke jalur darat dengan mempertimbangkan biaya logistik yang lebih terjangkau.

“Namun, pada prinsipnya sampai hari ini aktivitas layanan kargo dan logistik udara berjalan normal,” ujar Riyanto kepada Bisnis, Rabu (15/4/2020).

Aktivitas di Terminal Kargo Soekarno-Hatta | Foto: Ist

Berdasarkan data APK sepanjang kuartal pertama aktivitas kargo di bandara berkode CGK sebanyak 139.620 ton, sedangkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu mencapai 158.550 ton. Menurutnya penurunan telah dialami sejak Januari 2020 sebesar 14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu dari 52.780 ton menjadi 45.627 ton.

Selanjutnya, periode Februari tumbuh tipis 2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu dari 40.821 ton menjadi 41.693 ton. Khusus untuk periode Maret, penurunan terjadi sebesar 15 persen dari 49.116 ton menjadi 41.715 ton

Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin juga menyebutkan pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta selama PSBB pada 10 April tercatat sebanyak 328 pergerakan atau turun 3,24 persen dibandingkan dengan pada 9 April sebanyak 339 pergerakan pesawat.

Kemudian, pada 11 April jumlah pergerakan pesawat adalah 253 pergerakan atau turun 22,86 persen dibandingkan dengan pada 10 April. Jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta mengalami penurunan dengan load factor pesawat diperkirakan juga tidak lebih dari 50 persen selama masa PSBB. Meski demikian Awal menyebutkan operasional penerbangan yang masih terlihat sedikit bergairah adalah penerbangan kargo.

“Penerbangan kargo dibutuhkan untuk mengangkut alat-alat medis dan berbagai bantuan,” ujarnya.

Sumber: Bisnis.com