DONGKRAK KINERJA, BEGINI TEROBOSAN BISNIS KARGO MILIK ANGKASA PURA II

14 Sep `20 16:19 WIB
Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta | Foto: Ist

Tangerang – Sejumlah terobosan bisnis terus dilakukan PT Angkasa Pura II guna mendukung kinerja keuangan agar terus tumbuh positif dan bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Salah satu terobosannya adalah memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk memperbaiki proses bisnis di bidang pergudangan kargo yang sekaligus mampu menjadi tuas pengungkit bagi perolehan pendapatan.

Ghamal Peris, Direktur Komersial Angkasa Pura II menjelaskan, dalam pelayanan bisnis gudang kargo, selama ini APII bekerjasama dengan beberapa operator gudang kargo. “Namun, dalam perjalanannya, ada ketidakseragaman dalam kontribusi pendapatan masing-masing operator per meter persegi,” ujar Ghamal, Sabtu (12/11/2020).

Menurutnya, sistem penanganan yang cenderung manual dalam bisnis kargo selama ini, di mana banyak barang tidak tertata dengan sistem racking, dinilai belum menerapkan standardisasi yang baik. Demikian pula dengan sistem pelaporan data produksi serta pendapatan yang belum real-time, dan tracking barang dengan sistem barcode yang belum berjalan, menyebabkan ketepatan pelaporan tidak maksimal. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan terobosan dalam pengelolaan gudang kargo dengan memberlakukan pengelompokan ruang kargo untuk di komersilkan di tahun ini.

“Beberapa hal utama menjadi fokus kami dalam bisnis kargo di masa depan, yaitu memiliki sistem pengelolaan gudang kargo berbasis teknologi, kemampuan melakukan tracking kargo dan laporan real-time, dan tentunya mendapatkan pengelola gudang kargo yang kredibel,” jelasnya.

Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta | Foto: Ist

Menurut Ghamal, dengan sistem terintegrasi, mengandalkan perangkat lunak, aplikasi dan hal lainnya yang dapat mengatur hingga kegiatan terkecil, seperti sistem racking dan roller, menjadi salah satu fokus manajemen saat ini. “Sistem ini dipercaya dapat meningkatkan produktivitas hingga 30% sehingga pelayanan pun dapat ikut meningkat,” tegasnya.

Selain itu, dengan adanya sistem tersebut, laporan yang bersifat real-time untuk menjaga kelancaran dalam laporan, terutama finansial dapat terwujud. “Kami mengundang pengelola kargo internasional dan nasional untuk berkompetisi memenangkan pengelolaan cluster 2 lini 1 yang luasnya sekitar 16,000 meter persegi ini,” ujarnya.

Sejauh ini, sudah cukup banyak pengelola kargo yang menyatakan ketertarikannya. “Kami akan memastikan bahwa bandara sekelas Soekarno Hatta akan dikelola oleh pemain Kargo yang kredibel,” ujarnya. Ghamal menyebut, melalui model bisnis sistem kluster ini, SLA tiap pengelola dapat dikontrol dengan lebih baik. Selain itu diharapkan pendapatan dari kargo naik 100% pada akhir 2021.

Sumber: Kontan